Dulu anak-anak yang mengalami gangguan ini telah dideskripsikan dalam berbagai istilah seperti chilhood schizophrenia (Bleuer), sedangkan Margareth Mahler (1952) menyebutnya dengan symbiotic psychotic children dengan gejala-gejala tidak dapat mengembangkan self-object differentiation. Belakangan istilah psikosis cenderung dihilangkan dan dalam Diagnostic and Statistical Maunal of Mental Disorder edisi IV (DSM-IV). Autisme atau autisme infantil (Early Infantile Autism) pertama kali dikemukakan oleh Dr. Leo Kanner 1943 seorang psikiatris Amerika. Istilah autisme dipergunakan untuk menunjukkan suatu gejala psikosis pada anak-anak yang unik dan menonjol yang sering disebut Sindrom Kanner (untuk membedakan dengan sidrom Asperger atau autis Asperger). Ciri yang menonjol pada sindrom Kanner antara lain ekspresi wajah yang kosong seolah-olah sedang melamun, kehilangan pikiran dan sulit sekali bagi orang lain untuk menarik perhatian mereka atau mengajak mereka berkomunikasi. Dari 1:5000 anak pada tahun 1943 saat Leo Kanner memperkenalkan istilah autisme menjadi 1:100 ditahun 2001 (Nakita, 2002).
Rabu, 02 Juni 2010
3. PENGERTIAN MENURUT AHLI
2. PENGERTIAN AUTISME
Autisme berasal dari kata “autos” yang berarti segala sesuatu yang mengarah pada diri sendiri. Dalam kamus psikologi umum (1982), autisme berarti preokupasi terhadap pikiran dan khayalan sendiri atau dengan kata lain lebih banyak berorientasi kepada pikiran subyektifnya sendiri daripada melihat kenyataan atau realita kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu penderita autisme sering disebut orang yang hidup di “alamnya” sendiri. Autisme digolongkan sebagai gangguan perkembangan pervasif (pervasive developmental dis-orders), secara khas gangguan yang termasuk dalam kategori ini ditandai dengan distorsi perkembangan fungsi psikologis dasar majemuk yang meliputi perkembangan keterampilan sosial dan bahasa, seperti perhatian, persepsi, daya nilai terhadap realitas, dan gerakan-gerakan motorik.
AUTIS
1. PENDAHULUAN
“Seorang anak berlari-lari dengan riangnya kesana kemari. Dengan wajah ceria ia bolak-balik mematikan kenop lampu yang ada di ruangan rumahnya. Teriakan dan larangan ibunya sama sekali tidak dihiraukannya, seakan-akan ia tidak mendengar suara panik sang ibu yang takut terjadi sesuatu pada anaknya. Beberapa menit kemudian ketika “jingle” sebuah iklan muncul di TV, tiba-tiba ia menghentikan kegiatannya dan berlari kearah TV serta mendengarkan dengan seksama “jingle iklan“ tersebut. Sesaat iklan tersebut berakhir, ia kembali berlari-lari dengan tangan yang berkali-kali dihentakkan ke bawah disertai kata-kata atau suara yang hanya ia sendiri dapat mengerti.
Inilah sebuah gambaran perilaku yang terjadi pada anak yang memiliki gejala-gajala autis.
Sabtu, 06 Maret 2010
ADHD (ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVITY DISORDER)
ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder) adalah suatu gangguan dalam memusatkan perhatian terhadap sesuatu hal dan biasanya terjadi pada anak-anak. Contohnya, ketika ada seorang anak dalam suatu kelas sedang mengikuti pelajaran, lalu terlihat di luar kelas ada banyak orang yang melintas maka dengan sangat mudah perhatiannya akan teralihkan. Untuk dapat disebut memiliki gangguan ADHD, harus ada tiga gejala utama yang nampak dalam perilaku seorang anak, yaitu inatensi, hiperaktif, dan impulsif.
Inatensi atau pemusatan perhatian yang kurang dapat dilihat dari kegagalan seorang anak dalam memberikan perhatian secara utuh terhadap sesuatu. Anak tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terhadap sesuatu, sehingga mudah sekali beralih perhatian dari satu hal ke hal yang lain.
Gejala hiperaktif dapat dilihat dari perilaku anak yang tidak bisa diam. Duduk dengan tenang merupakan sesuatu yang sulit dilakukan. Ia akan bangkit dan berlari-lari, berjalan ke
Gejala impulsif ditandai dengan kesulitan anak untuk menunda respon.
Selain ketiga gejala di atas, untuk dapat diberikan diagnosis hiperaktif masih ada beberapa syarat lain. Gangguan di atas sudah menetap minimal 6 bulan, dan terjadi sebelum anak berusia 7 tahun. Gejala-gejala tersebut muncul setidaknya dalam 2 situasi, misalnya di rumah dan di sekolah.
ADHD adalah sebuah kondisi yang amat kompleks; gejalanya berbeda-beda.
1. Tipe anak yang tidak bisa memusatkan perhatian Mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, tetapi tidak hiperaktif atau Impulsif. Mereka tidak menunjukkan gejala hiperaktif. Tipe ini kebanyakan ada pada anak perempuan. Mereka seringkali melamun dan dapat digambarkan seperti sedang berada di awang-awang.
2. Tipe anak yang hiperaktif dan impulsif mereka menunjukkan gejala yang sangat hiperaktif dan impulsif, tetapi tidak bisa memusatkan perhatian. Tipe ini seringkali ditemukan pada anak- anak kecil.
3. Tipe gabungan mereka sangat mudah terganggu perhatiannya, hiperaktif dan impulsif. Kebanyakan anak anak termasuk tipe seperti ini.
Penyebab pasti dan patologi ADHD masih belum terungkap secara jelas. Seperti halnya gangguan autism, ADHD merupakan statu kelainan yang bersifat multi faktorial. Banyak faktor yang dianggap sebagai peneyebab gangguan ini, diantaranya adalah faktor genetik, perkembangan otak saat kehamilan, perkembangan otak saat pranatal, tingkat kecerdasan (IQ), terjadinya disfungsi metabolisme, ketidakteraturan hormonal, lingkungan fisik, sosial dan pola pengasuhan anak oleh orang tua, guru dan orang-orang yang berpengaruh di sekitarnya. Faktor genetik tampaknya memegang peranan terbesar terjadinya gangguan perilaku ADHD. Beberapa penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa hiperaktifitas yang terjadi pada seorang anak selalu disertai adanya riwayat gangguan yang sama dalam keluarga setidaknya satu orang dalam keluarga dekat. Didapatkan juga sepertiga ayah penderita hiperaktif juga menderita gangguan yang sama pada masa kanak mereka. Orang tua dan saudara penderita ADHD mengalami resiko 2-8 kali lebih mudah terjadi ADHD, kembar monozygotic lebih mudah terjadi ADHD dibandingkan kembar dizygotic juga menunjukkan keterlibatan faktor genetik di dalam gangguan ADHD. Keterlibatan genetik dan kromosom memang masih belum diketahui secara pasti. Beberapa gen yang berkaitan dengan kode reseptor dopamine dan produksi serotonin, termasuk DRD4, DRD5, DAT, DBH, 5-HTT, dan 5-HTR1B, banyak dikaitkan dengan ADHD. Teori lain menyebutkan kemungkinan adanya disfungsi sirkuit neuron di otak yang dipengaruhi oleh dopamin sebagai neurotransmitter pencetus gerakan dan sebagai kontrol aktifitas diri. Akibat gangguan otak yang minimal, yang menyebabkan terjadinya hambatan pada sistem kontrol perilaku anak. Dalam penelitian yang dilakukan dengan menggunakan pemeriksaan MRI didapatkan gambaran disfungsi otak di daerah mesial kanan prefrontal dan striae subcortical yang mengimplikasikan terjadinya hambatan terhadap respon-respon yang tidak relevan dan fungsi-fungsi tertentu. Pada penderita ADHD terdapat kelemahan aktifitas otak bagian korteks prefrontal kanan bawah dan kaudatus kiri yang berkaitan dengan pengaruh keterlambatan waktu terhadap respon motorik terhadap rangsangan sensoris. Pada anak dengan ADHD, system kerja otaknya berbeda. Pada dasarnya, otak penderita ADHD tidak mempunyai kegiatan kimiawi yang cukup untuk mengatur dan mengendalikan apa yang si penderita lakukan atau pikirkan. Pengobatan akan menaikkan aktivitas otak dan memberikan tambahan energi pada otak untuk mengendalikan pikiran dan tingkah laku,.
Beberapa peneliti lainnya mengungkapkan teori maturation lack atau suatu kelambanan dalam proses perkembangan anak-anak dengan ADHD. Menurut teori ini, penderita akhirnya dapat mengejar keterlambatannya dan keadaan ini dipostulasikan akan terjadi sekitar usia pubertas. Sehingga gejala ini tidak menetap tetapi hanya sementara sebelum keterlambatan yang terjadi dapat dikejar.
Banyak peneliti mengungkapkan penderita ADHD dengan gangguan saluran cerna sering berkaitan dengan penerimaan reaksi makanan tertentu. Teori tentang alergi terhadap makanan, teori feingold yang menduga bahwa salisilat mempunyai efek kurang baik terhadap tingkah laku anak, serta teori bahwa gula merupakan substansi yang merangsang hiperaktifitas pada anak. Disebutkan antara lain tentang teori megavitamin dan ortomolecular sebagai terapinya
Melihat penyebab ADHD yang belum pasti terungkap dan adanya beberapa teori penyebabnya, maka tentunya terdapat banyak terapi atau cara dalam penanganannya sesuai dengan landasan teori penyebabnya.
Terapi medikasi atau farmakologi adalah penanganan dengan menggunakan obat-obatan. Terapi ini hendaknya hanya sebagai penunjang dan sebagai kontrol terhadap kemungkinan timbulnya impuls-impuls hiperaktif yang tidak terkendali. Sebelum digunakannya obat-obat ini, diagnosa ADHD haruslah ditegakkan lebih dulu dan pendekatan terapi okupasi lainnya secara simultan juga harus dilaksanakan, sebab bila penanganan hanya diutamakan obat maka tidak akan efektif secara jangka panjang.
Terapi nutrisi dan diet banyak dilakukan dalam penanganan penderita. Diantaranya adalah keseimbangan diet karbohidrat, penanganan gangguan pencernaan (Intestinal Permeability or "Leaky Gut Syndrome"), penanganan alergi makanan atau reaksi simpang makanan lainnya. Feingold Diet dapat dipakai sebagai terapi alternatif yang dilaporkan cukup efektif. Suatu substansi asam amino (protein), L-Tyrosine, telah diuji-cobakan dengan hasil yang cukup memuaskan pada beberapa kasus, karena kemampuan L-Tyrosine mampu mensintesa (memproduksi) norepinephrin (neurotransmitter) yang juga dapat ditingkatkan produksinya dengan menggunakan golongan amphetamine.
Beberapa terapi biomedis dilakukan dengan pemberian suplemen nutrisi, defisiensi mineral, essential Fatty Acids, gangguan metabolisme asam amino dan toksisitas Logam berat. Terapi inovatif yang pernah diberikan terhadap penderita ADHD adalah terapi EEG Biofeed back, terapi herbal, pengobatan homeopatik dan pengobatan tradisional Cina seperti akupuntur.
Terapi yang diterapkan terhadap penderita ADHD haruslah bersifat holistik dan menyeluruh. Penanganan ini hendaknya melibatkan multi disiplin ilmu yang dilakukan antara dokter, orangtua, guru dan lingkungan yang berpengaruh terhadap penderita secara bersama-sama. Penanganan ideal harus dilakukan terapi stimulasi dan terapi perilaku secara terpadu guna menjamin keberhasilan terapi. Terima kasih.
Selasa, 23 Februari 2010
Anak Jalanan
Kasus anak jalanan menjadi masalah yang cukup serius, karena jumlah mereka yang sangat banyak terutama di kota-kota besar. Mereka tersebar di setiap sudut kota mulai dari pinggir jalan, di setiap lampu merah, di bawah jembatan, dan dimana saja. Sebab dari itu jika kita pergi kemana saja bisa dipastikan kita akan menemui anak jalanan. Mereka datang dari berbagai pelosok daerah menuju kota-kota besar dengan tujuan ingin memperbaiki kehidupan mereka. Dan ketika mereka menuju kota tujuan, mereka tidak mempunyai tempat tinggal sehingga itulah yang menyebabkan banyaknya pemukiman liar dan anak jalanan.
Selain itu mereka juga terkadang tidak tahu akan bekerja dimana dan sebagai apa. Karena kebanyakan dari mereka tidak mempunyai suatu keahlian khusus dan memiliki jenjang pendidikan yang rendah sehingga mereka memutuskan untuk ‘ngemis’ atau ‘ngamen’, dengan tujuan agar orang lain merasa kasihan atau iba terhadapnya. Hal ini juga banyak terjadi pada anak-anak jalanan yang masih dibawah umur. Di usia mereka yang masih belia mereka sudah bekerja keras untuk membantu menafkahi keluarganya. Mereka biasanya ‘ngamen’ di pinggir jalan atau di lampu merah sedangkan orang tuanya hanya mengawasi anaknya dari pinggir jalan. Mungkin orang tua mereka berpikir lebih baik mengeksploitasi anak mereka daripada mereka harus mengeluarkan uang untuk sewa seperti sepeda motor untuk ‘ngojek’.
Bayangkan saja anak-anak jalanan yang berusia ± 5-6 tahun sudah harus merasakan susahnya kehidupan, padahal di saat-saat itu mereka seharusnya sudah mulai memasuki dunia pendidikan dan merasakan bisa bermain seperti anak-anak seusianya. Sedangkan mereka (anak jalanan) tidak dapat merasakan pendidikan yang bersifat positif baginya karena sejak kecil mereka hidup di lingkungan yang kurang baik. Apapun bisa saja terjadi pada mereka dari mulai penganiayaan, pemerasan, dan bahkan pelecehan seksual terutama wanita, mereka sangat rentan sekali terhadap pelecehan seksual. Dan mungkin saja di usia mereka yang belum menginjak dewasa mereka sudah kenal akrab dengan seks bebas dan obat-obatan terlarang sehingga angka penderita pengidap HIV/AIDS semakin meningkat dari hari ke hari.
Disinilah diperlukan kerja sama dari berbagai kalangan, dari mulai pemerintah sampai masyarakat. Perlu diadakan suatu penyuluhan dan kesadaran dari masing-masing individu.
Jumat, 01 Januari 2010
MAKNA TAHUN BARU
Tepat pada hari kamis tanggal 31 desember 2009 yang lalu, hampir seluruh umat manusia dibelahan dunia manapun menyambut datangnya tahun baru 2010. Berbagai macam persiapan telah mereka lakukan sebelumnya untuk memeriahkan perayaan penyambutan tahun baru tersebut, begitu juga dengan berbagai macam rencana telah mereka susun untuk merayakan hari pergantian tahun. Mereka menentukan akan menghabiskan malam pergantian tahun dengan siapa, dengan teman, keluarga, tetangga, atau bersama pasangan. Dan juga berbagai macam cara yang dilakukan setiap orang untuk merayakan malam pergantian tahun, dari mulai berkumpul bersama teman atau keluarga, pergi ke suatu tempat atau bahkan ada yang hanya berdiam diri dirumah.
Di balik perayaan malam pergantian tahun baru yang cukup meriah dari tahun ke tahun, sebenarnya ada makna yang bisa diambil dari pergantian tahun ini. Makna yang terkandung adalah, kita harus instropeksi diri kita ditahun sebelumnya dan menentukan visi dan misi yang akan dicapai pada tahun yang baru ini. Pasti kita masih ingat kejadian-kejadian atau peristiwa yang kita alami di tahun sebelumnya, dari mulai peristiwa atau kejadian yang menyenangkan, menyedihkan, menjengkelkan atau bahkan yang memalukan sekalipun. Hal-hal itulah yang dapat kita jadikan sebagai pelajaran ditahun-tahun berikutnya agar kita bisa menjadi seseorang yang lebih dewasa, karena pengalaman atau setiap peristiwa yang kita alami setiap hari merupakan pelajaran kehidupan yang sangat berharga.
Banyak orang dalam menyambut datangnya tahun baru, mereka membuat suatu rencana, harapan atau tujuan yang akan dicapai ditahun yang baru ini. Rencana, harapan atau tujuan tersebut dibuat untuk memotivasi atau sebagai tolak ukur sejauh mana ia telah melangkah dalam menjalani kehidupannya ditahun yang baru ini. Rencana-rencana yang dibuat pastinya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diri seseorang agar menjadi lebih baik lagi, karena ada pepatah mengatakan “Hari ini harus lebih baik dari kemarin”. Rencana tersebut biasanya meliputi pekerjaan, jodoh, rezeki, dll.
Kita sebagai manusia pasti punya cita-cita yang tinggi, oleh karena itu jika kita ingin mencapai cita-cita tersebut tingkatkanlah kualitas diri kita, jangan menyerah dan merasa tidak mampu untuk mencapai cita-cita kita yang tinggi tersebut dan jangan menurunkan cita-cita kita tapi tingkatkanlah kualitas diri kita agar kita mampu mencapai cita-cita tersebut. Dan yakinlah kalau kita bisa mencapainya. Terima kasih.
SELAMAT TAHUN BARU 2010…
SEMOGA DITAHUN YANG BARU INI KITA MENJADI PRIBADI YANG LEBIH BAIK DARI TAHUN-TAHUN SEBELUMNYA….
CEMBURU SOSIAL
Manusia tidak dapat hidup sendiri didunia ini, oleh karena itu manusia disebut sebagai makhluk social. Walaupun terkadang memang ada beberapa saat atau hal yang harus dilakukan oleh manusia secara individual. Tapi pada dasarnya dalam suatu kehidupan atau bermasyarakat seseorang pasti akan membutuhkan bantuan dari orang lain. Sebab, mustahil dalam semasa hidupnya seseorang tidak pernah meminta bantuan dari orang lain. Namun kenyataannya ada beberapa permasalahan yang timbul dalam kehidupan bermasyarakat. Seperti rasa iri, dengki, benci, saling berprasangka, cemburu social, dll, yang semua itu merupakan penyakit hati yang dimiliki oleh setiap manusia.
Misalnya cemburu social. Cemburu social tidak hanya terjadi dalam suatu lingkup keluarga, dalam berteman atau dalam berpacaran. Dalam berteman atau berpacaran rasa cemburu yang timbul dikerenakan kurangnya komunikasi, mulai pudarnya rasa perhatian, berkurannya waktu untuk bersama, atau takut kehilangan sosok seorang teman karena ia memiliki teman-teman yang baru. Tapi ada yang lebih serius, yaitu dalam kehidupan bermasyarakat. Cemburu social adalah sebuah perasaan dalam hati tentang keraguan dan ketidaksenangan terhadap sesuatu tanpa alasan yang jelas (cityofenjie.multiply.com). Cemburu social dapat terjadi dikerenakan berawal dari rasa iri seseorang kepada orang lain karena status social mereka lebih tinggi daripada dirinya, sehingga timbul rasa cemburu. Cemburu social merupakan sesuatu yang harus diwaspadai sebab akibatnya cukup serius, karena hal tersebut dapat merusak kehangatan yang sudah terjalin antar warga masyarakat. Bagaimana tidak, andai saja dalam suatu lingkungan masyarakat ada seorang warga yang iri terhadap warga lainnya (tetangganya), maka apapun yang tetangganya tersebut lakukan akan ia pandang dari sisi negatifnya saja, dan ia pasti tidak mau disalahkan karena ia merasa bahwa dirinya lah yang paling benar dan bahayanya lagi kadang ia menghasut orang lain untuk ikut-ikutan benci terhadap tetangganya itu. Hal ini lah yang membuat terjadinya perpecahan dalam suatu lingkungan masyarakat, sehingga nantinya terbentuk dua kubu yang saling bermusuhan.
Dalam kehidupan bermasyarakat bersosialisasi atau menjalin komunikasi itu penting, agar tidak timbul prasangka-prasangka yang merugikan dan tidak berlanjut menjadi kecemburuan social. Cara terbaik jika dalam bermasyarakat kita menemukan atau bahkan menjadi korban kasus seperti ini adalah dengan tidak menerima sepenuhnya prasangka-prasangka yang sedang beredar, tidak mendendam dan yang terpenting adalah kita harus bersabar. Sebab tuhan tahu yang sebenarnya. Dan agar kita terhindar dari sifat ini, mulailah untuk berpikiran positif. Terima kasih..